Stress
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stress.
Akhirnya datang juga masa di mana prediksi-prediksi kejadian yang timbul setelah pemilu legislatif. Entah orang ingin saya harus bersikap apa? Tapi yang mesti saya lakukan adalah bersyukur kepada Allah, telah membebaskan dan menyelamatkan saya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisannya. Alhamdulillah.
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stress.
Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini mesti bersikap seperti saya, yaitu bersyukur kepada Allah karena telah membebaskan dan menyelamatkannya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Alhamdulillah.
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stress.
Saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, menyarankan kepada Saudara semua, mulai saat ini segeralah bertobat, koreksi kesalahan dan kekeliruan. Cepat beralih ke cara pandang & hidup yang jauh lebih baik dari yang Saudara semua tempuh sekarang dan yang ditempuh para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Sadari dan buang ambisi yang ada pada Saudara semua sekarang, bahwa itu telah memasukkan Saudara semua pada caleg dan simpatisan kategori ini.
Stroke
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stroke.
Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini pun mesti bersikap seperti saya, yaitu bersyukur kepada Allah karena telah membebaskan dan menyelamatkannya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Alhamdulillah.
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stroke.
Juga, saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, menyarankan kepada Saudara semua, mulai saat ini segeralah bertobat, koreksi kesalahan dan kekeliruan. Cepat beralih ke cara pandang & hidup yang jauh lebih baik dari yang Saudara semua tempuh sekarang dan yang ditempuh para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Sadari dan buang ambisi yang ada pada Saudara semua sekarang, bahwa itu telah memasukkan Saudara semua pada caleg dan simpatisan kategori ini.
Gila
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya gila.
Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini pun mesti bersikap seperti saya, yaitu bersyukur kepada Allah karena telah membebaskan dan menyelamatkannya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisan pada kategori berikutnya. Alhamdulillah.
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisan gila.
Pun, saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, menyarankan kepada Saudara semua, mulai saat ini segeralah bertobat, koreksi kesalahan dan kekeliruan. Cepat beralih ke cara pandang & hidup yang jauh lebih baik dari yang Saudara semua tempuh sekarang dan yang ditempuh para caleg dan simpatisan pada kategori berikutnya. Sadari dan buang ambisi yang ada pada Saudara semua sekarang, bahwa itu telah memasukkan Saudara semua pada caleg dan simpatisan kategori ini.
Penting bagi keluarga, kerabat, dan semua kenalan caleg dan simpatisan kategori ini dan kategori-kategori sebelumnya, untuk menyikapi para caleg nan ter”hormat” dan simpatisan tersebut dengan cara yang baik dan penuh kesabaran, demi kebaikannya dan kebaikan kita semua.
Bunuh Diri
Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya bunuh diri.
Naudzubillahi mindzalik. Mari, saya dan para pembaca semuanya berlindung kepada Allah dari keadaan semua caleg dan simpatisannya dan terlebih caleg dan simpatisan dalam kategori ini.
Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini telah melakukan dosa yang sangat tercela dan besar. Dengan sendirinya, mereka telah “meminta” agar dirinya termasuk ke dalam orang-orang yang akan disiksa Tuhan. Tetapi, semua terserah Tuhan, apakah ia dimaafkan atau tidak.
Saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, sangat menyarankan kita semuanya untuk menghindari dan tidak melakukan perbuatan bunuh diri seperti yang dilakukan para caleg dan simpatisan pada kategori ini. Renungkanlah, bahwa hidup ini adalah pemberian Tuhan, mengapa tidak disyukuri dengan sebaik-baiknya.
/* Saya berharap tulisan ini dapat dipahami dengan segala kekurangannya dan bisa menjadi kontribusi tersendiri bagi peningkatan taraf hidup dan kemajuan bangsa Indonesia.
> Silahkan tinggalkan catatan yang ada di pikiran para pembaca pada sesi komentar di bawah. Kiranya bermanfaat bagi kita. Terima kasih
