April 17, 2009

Akhirnya Datang Juga, Dan Semuanya Pun Terjadi

Stress

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stress.

Akhirnya datang juga masa di mana prediksi-prediksi kejadian yang timbul setelah pemilu legislatif. Entah orang ingin saya harus bersikap apa? Tapi yang mesti saya lakukan adalah bersyukur kepada Allah, telah membebaskan dan menyelamatkan saya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisannya. Alhamdulillah.

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stress.

Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini mesti bersikap seperti saya, yaitu bersyukur kepada Allah karena telah membebaskan dan menyelamatkannya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Alhamdulillah.

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stress.

Saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, menyarankan kepada Saudara semua, mulai saat ini segeralah bertobat, koreksi kesalahan dan kekeliruan. Cepat beralih ke cara pandang & hidup yang jauh lebih baik dari yang Saudara semua tempuh sekarang dan yang ditempuh para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Sadari dan buang ambisi yang ada pada Saudara semua sekarang, bahwa itu telah memasukkan Saudara semua pada caleg dan simpatisan kategori ini.

Stroke

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stroke.

Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini pun mesti bersikap seperti saya, yaitu bersyukur kepada Allah karena telah membebaskan dan menyelamatkannya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Alhamdulillah.

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya stroke.

Juga, saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, menyarankan kepada Saudara semua, mulai saat ini segeralah bertobat, koreksi kesalahan dan kekeliruan. Cepat beralih ke cara pandang & hidup yang jauh lebih baik dari yang Saudara semua tempuh sekarang dan yang ditempuh para caleg dan simpatisan pada kategori-kategori berikutnya. Sadari dan buang ambisi yang ada pada Saudara semua sekarang, bahwa itu telah memasukkan Saudara semua pada caleg dan simpatisan kategori ini.

Gila

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya gila.

Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini pun mesti bersikap seperti saya, yaitu bersyukur kepada Allah karena telah membebaskan dan menyelamatkannya dari keburukan-keburukan diri dan jiwa seperti yang dimiliki para caleg dan simpatisan pada kategori berikutnya. Alhamdulillah.

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisan gila.

Pun, saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, menyarankan kepada Saudara semua, mulai saat ini segeralah bertobat, koreksi kesalahan dan kekeliruan. Cepat beralih ke cara pandang & hidup yang jauh lebih baik dari yang Saudara semua tempuh sekarang dan yang ditempuh para caleg dan simpatisan pada kategori berikutnya. Sadari dan buang ambisi yang ada pada Saudara semua sekarang, bahwa itu telah memasukkan Saudara semua pada caleg dan simpatisan kategori ini.

Penting bagi keluarga, kerabat, dan semua kenalan caleg dan simpatisan kategori ini dan kategori-kategori sebelumnya, untuk menyikapi para caleg nan ter”hormat” dan simpatisan tersebut dengan cara yang baik dan penuh kesabaran, demi kebaikannya dan kebaikan kita semua.

Bunuh Diri

Caleg nan ter”hormat” dan simpatisannya bunuh diri.

Naudzubillahi mindzalik. Mari, saya dan para pembaca semuanya berlindung kepada Allah dari keadaan semua caleg dan simpatisannya dan terlebih caleg dan simpatisan dalam kategori ini.

Caleg dan simpatisan dalam kategori keadaan yang begini telah melakukan dosa yang sangat tercela dan besar. Dengan sendirinya, mereka telah “meminta” agar dirinya termasuk ke dalam orang-orang yang akan disiksa Tuhan. Tetapi, semua terserah Tuhan, apakah ia dimaafkan atau tidak.

Saya dan para pembaca lain yang sama-sama beritikad baik, sangat menyarankan kita semuanya untuk menghindari dan tidak melakukan perbuatan bunuh diri seperti yang dilakukan para caleg dan simpatisan pada kategori ini. Renungkanlah, bahwa hidup ini adalah pemberian Tuhan, mengapa tidak disyukuri dengan sebaik-baiknya.

/* Saya berharap tulisan ini dapat dipahami dengan segala kekurangannya dan bisa menjadi kontribusi tersendiri bagi peningkatan taraf hidup dan kemajuan bangsa Indonesia.

> Silahkan tinggalkan catatan yang ada di pikiran para pembaca pada sesi komentar di bawah. Kiranya bermanfaat bagi kita. Terima kasih

April 12, 2009

Anak Bangsa Berduka : Pesawat AviaStar Jatuh di Papua dan Menewaskan Para Penumpangnya

Saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita sebangsa para korban tewas musibah jatuhnya Pesawat AviaStar di Papua. Semoga bagi yang muslim, dijadikan musibah itu sebagai jalan syahid baginya.

April 7, 2009

Anak Bangsa Berduka : Pesawat Fokker Ditumpangi Paskhas AU Jatuh

Saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita sebangsa para korban tewas musibah jatuhnya Pesawat Foker yang ditumpangi anggota TNI – AU di Bandung. Semoga bagi yang muslim, dijadikan musibah itu sebagai jalan syahid baginya.

April 7, 2009

Sampel Kehancuran Generasi Penerus Indonesia : 10 Orang Remaja Membantai Seorang Pemuda

Terus terang, terasa sesak dada ini serta panas dan berat menahan air mata kesedihan akibat emosi yang tidak terbendung setelah mendapat berita sebagaimana adanya penggalan judul posting saya kali ini: “10 Orang Remaja Membantai Seorang Pemuda”.

10 orang itu membantai beramai-ramai (dengan penuh kerelaan dan semangat) 1 orang pemuda dengan (menghayun dan menebaskan) banyak senjata yang beragam, seperti: golok, kapak, samurai, dan mandau (!).

Remaja, yang dalam pengkategorian seorang manusia secara umum masih dalam usia anak, sanggup dan tega berbuat, “terampil”, “lincah”, gesit ,dan pandai menghilangkan nyawa seorang manusia. Sungguh ironis.

Mengapa harus terjadi yang seperti itu? Bagaimana mereka bisa seperti itu? Darimana mereka belajar cara-cara ampuh dan praktis menghilangkan nyawa (baca: membantai) seorang makhluk hidup?

Apakah telah ada mata pelajaran membunuh (baca: membantai) orang seperti yang mereka lakukan di sekolah mereka?
Apakah ada mata pelajaran membunuh orang seperti yang mereka lakukan di tempat-tempat les / kursus mereka?
Apakah ada program karang taruna membunuh orang seperti yang mereka lakukan di lingkungan sekitar rumah mereka?
Apakah ada nasihat dan petuah-petuah membunuh orang seperti yang mereka lakukan dari kedua orang tua / wali mereka?
Apakah ada peraturan perundang-undangan Indonesia yang menyuruh mereka membunuh orang seperti yang mereka lakukan?
Apakah ada peraturan dan hukum-hukum Tuhan yang menyuruh mereka membunuh orang seperti yang mereka lakukan?

Kalau mereka berasal dari sumber keluarga dan lingkungan yang baik, jawaban dari pertanyaan di atas adalah TIDAK!.

Lantas mengapa seorang manusia yang masih bertitel anak bisa membantai seorang makhluk hidup dengan gampangnya?

Orang tua dan Keluarga

Tidak mungkin bagi kita, saya dan para pembaca budiman sekalian pungkiri, orang tua adalah pendidik utama anak. Merekalah yang membentuk jiwa, kepribadian, moral, sifat, dan sikap pada diri anak. Di mana hasil bentukan oleh orang tua itu akan melekat pada diri anak di mana pun ia berada dan beraktivitas, baik di dalam rumah bersama orang tua dan keluarganya maupun di luar rumah dengan orang lain.

Apabila orang tua telah mendidik anak dengan baik dan dengan sekuat kemampuan mereka sebagaimana tata cara dan bimbingan aturan Tuhan dan menaati peraturan baik dari pemerintah, maka saya dan para pembaca yang budiman yakin anak tidak akan mampu berbuat di luar norma kemanusiawian. Sebaliknya apabila orang tua tidak mendidik anak dengan baik dan hanya semau mereka saja (dalam mendidik anak) tanpa menghiraukan tata cara dan bimbingan aturan Tuhan dan taat peraturan baik dari pemerintah, maka saya dan para pembaca yang budiman juga yakin anak sangat berkemungkinan mampu bahkan “mahir” berbuat di luar norma kemanusiawian, dalam hal kali ini membunuh.

Segala hal yang masuk ke dalam rumah, harus disaring seketat-ketatnya oleh orang tua dan keluarga agar hal-hal tersebut tidak membawa pengaruh buruk bagi anak dan perkembangannya. Seperti berbagai media elektronik dan digital yang memang kita butuhkan harus ada di dalam rumah seperti: televisi, radio, handphone, kamera digital, kamera video, mp3/mp4 player, komputer, sambungan internet, dan lain-lain. Maka barang-barang seperti ini harus selalu diawasi secara ketat penggunaannya oleh anak, jangan sampai mereka gunakan untuk hal-hal negatif.

Maka, ayo para orang tua! Lihatlah segera anak-anak kita sekarang! Selamatkan mereka! Selamatkan mereka dari siksaan dunia dan balasan dari Tuhan.

Lingkungan: rumah, sekolah, tempat bermain (nongkrong), dll

Selepas dari dalam rumahnya sendiri, maka seorang anak akan berada pada lingkup lingkungan sekitar, dengan area lebih luas dan tentu lawan-lawan berinteraksi yang lebih banyak. Di lingkungan tertentu, anak mulai mengekspresikan dirinya sendiri dengan kontrol mandiri dan kemauan (ego) pribadi yang lebih menonjol dari pada di dalam rumah. Akibat dari itu, dalam sebuah pergaulan seusia saja, seorang anak akan saling mempengaruhi satu sama lain, baik itu pengaruh buruk atau baik, secara mereka sadari ataupun tidak mereka sadari.

Di lingkup ini, orang tua juga masih dan harus tetap berlaku sebagai pendidik, juga pengawas dan pengontrol anak. Jangan pernah seorang tua, bapak atau ibu atau kedua-duanya, merasa telah lepas tanggungjawab dan perhatiannya pada anak. Tidaklah salah, jikalau orang tua sering menghubungi anak melalui nomor handphone-nya untuk memantau tempat keberadaan dan kegiatan anak. Atau meminta kerabat dan kenalan baik yang dipercaya untuk mengawasi dan menjaga anak dimanapun mereka temui anak tersebut. Satu prinsipnya, jangan pernah sungkan untuk kebaikan, apalagi ini untuk kebaikan anak dan tentu saja ini artinya kebaikan kita juga sebagai orang tua.

Bagi para pelaku atau subyek-subyek pribadi yang mengisi atau beraktivitas di suatu lingkungan itu sendiri pun harus aktif memberikan kontribusi positif dan terbaik mereka bagi terjaganya anak dari hal-hal yang negatif dan melanggar ketentuan-ketentuan, walaupun anak-anak yang mereka temui itu bukan anak atau kerabat mereka sendiri. Baik itu, pemuda-pemudi lingkungan setempat, anggota karang taruna, ketua RT/ RW, pengurus rumah ibadah, tetangga secara keseluruhan, hansip, satpam, guru, kepala sekolah, sopir angkutan umum, penjual jajanan, penjaga/ pemilik warung/ kafe, pramuniaga, dan lain-lain. Satu prinsipnya, jangan pernah acuh pada keadaan sekitar kita demi kebaikan bersama.

Menurut saya, 2 uraian sub judul di atas sebenarnya telah mencukupi untuk uraian dan penjelasan bagi sub-sub judul lainnya yang mungkin masih bisa kita perluas. Namun pada prinsipnya, 2 hal inilah, yaitu (1) orang tua dan keluarga, serta (2) lingkungan, yang men”cover” dan di”cover” oleh anak. Namun, apabila butuh uraian lain, seperti tentang anak dengan negara dan dunia, maka hanya memperluas “cover” dari 2 uraian sub judul di atas.

/* Saya berharap tulisan ini dapat dipahami dengan segala kekurangannya dan bisa menjadi kontribusi tersendiri bagi peningkatan taraf hidup dan kemajuan bangsa Indonesia.

> Silahkan tinggalkan catatan yang ada di pikiran para pembaca pada sesi komentar di bawah. Kiranya bermanfaat bagi kita. Terima kasih.

April 4, 2009

Meniti Langkah Awal Menjadi Bagian Dari Dunia Dengan Studi Di Belanda

Website nesoindonesia.net di dalam salah satu artikel yang dipublikasikannya, memuat setidaknya ada 5 (lima) dari beberapa alasan bagi saya dan para pembaca yang budiman untuk studi di Belanda, yaitu :

1. Masyarakat yang multikultur dan terbuka
2. Lingkungan studi yang internasional
3. Pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam
4. Terletak di tengah benua Eropa
5. Value for money

Berbekal semangat dan kemauan keras untuk menulis artikel ini dan dengan menyadari sepenuhnya berbagai kekurangan yang ada pada diri saya saat ini, izinkanlah saya untuk coba menguraikan poin-poin penting di atas sebagaimana yang saya pahami.

1. Masyarakat yang multikultur dan terbuka

Masyarakat Belanda merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam latar belakang budaya yang satu sama lainnya berbeda. Masyarakat Belanda telah menjadi suatu komunitas “campuran” sejak berabad-abad yang lalu. Hal ini sejalan dengan sejarah perkembangan Kerajaan Belanda sendiri yang terkenal dengan pengalaman dan prioritas ekonominya yang dititikberatkan di bidang perdagangan. Maka beranjak dari faktor itu, sejak dahulunya telah terjadi percampuran individu-individu yang hidup di tengah-tengah masyarakat Belanda akibat adanya hubungan dagang dan banyaknya pelayaran yang terjadi sebagai pendukung utama perdagangan.

Pada beberapa keadaan, hubungan dagang yang terjadi tidak saja terbatas pada saling jual-beli saja, tetapi lebih dari itu, masyarakat asli Belanda dulunya juga mengadakan hubungan persahabatan, pergaulan dekat, bahkan pernikahan dengan masyarakat dari bangsa dan negara lain. Seiring berjalannya waktu, tahun demi tahun, hal ini tentu saja menciptakan masyarakat Belanda yang multikultur, tidak homogen.

Suatu masyarakat yang multikultur tentu saja pada akhirnya akan menuntut adanya saling keterbukaan. Hal ini dipahami dengan maksud demi toleransi dan terciptanya hubungan baik di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Dimaklumi, adanya sikap terbuka memudahkan orang-orang yang berinteraksi dalam suatu masyarakat untuk dapat saling mengerti keinginan dan kebutuhan mereka masing-masing. Dengan begitu, pastilah masyarakat yang multikultur seperti masyarakat Belanda, akan jauh dari kekacauan dan kekisruhan, apalagi oleh sebab-sebab yang sepele yang sebenarnya mudah untuk ditoleran.

Dari pembahasan poin 1 ini, saya dan mungkin para pembaca yang budiman sepakat, bahwa kalau begitu, kondusif dan nyaman dong kalau kita studi di Belanda. Ditambah lagi, pergaulan dan hubungan yang kita ikuti di Belanda melibatkan orang-orang dengan kultur yang berbeda.

2. Lingkungan studi yang Internasional

Sebagaimana diketahui, Belanda menerapkan orientasi internasional pada bidang pendidikan. Hal ini menyikapi keinginan dan kebutuhan masyarakat dunia secara umum yang semakin meningkat dan beragam untuk menunjang kegiatan keprofesionalan mereka. Untuk mendukung hal tersebut, sejak 50 tahun yang lalu, Belanda telah menjadi pionir negara non berbahasa Inggris yang menawarkan studi dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Setidaknya ada lebih dari 1300 program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan pada jenjang pendidikan tinggi di Belanda. Tentu saja hal ini akan memudahkan saya dan para pembaca yang budiman, sekiranya nanti studi di Belanda, dalam mengikuti materi-materi studi yang ada.

Lingkungan studi yang internasional juga terkait dengan masyarakat Belanda yang multikultur dan terbuka, karena lingkungan studi di Belanda diisi dan diikuti oleh berbagai macam pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara di penjuru dunia.

3. Pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam

Dengan memahami keterangan pada poin 1 dan 2 di atas, saya dan para pembaca yang budiman, pasti yakin, bahwa pendidikan dan riset di Belanda adalah berkualitas dan beraneka ragam.

Adalah suatu hal yang terdengar “lucu” dan mustahil apabila suatu sistem pendidikan yang telah berorientasi internasional dan diisi oleh para akademisi dan pelajar/ mahasiswa yang multikultur, tidak berkualitas dan beraneka ragam. Mungkinkah ?

Kita mengerti, idealnya, apabila suatu sistem pendidikan yang berorientasi internasional dan diikuti oleh para akademisi dan pelajar/ mahasiswa yang multikultur dan terbuka akan bermuara pada terciptanya pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam. Dengan telah berorientasi internasional, maka pendidikan dan riset yang dilangsungkan, mau tidak mau, tertuntut untuk pencapaian metode dan hasil yang berkualitas dan beraneka ragam. Karena, perkembangan dan kemutakhiran ilmu pengetahuan dari berbagai negara di seluruh belahan dunia, akan memberikan efek dan pengaruh positif pada sistem pendidikan tersebut, secara langsung maupun tidak langsung.

4. Terletak di tengah Benua Eropa

Fakta geografis, bahwa Belanda terletak di tengah Benua Eropa sangat mendukung seluruh kegiatan dan aktifitas masyarakatnya secara umum, khususnya lagi dalam bidang pendidikan.

Fakta ini tentu sangat berkaitan dengan kemudahan akses bagi setiap warga negara Belanda dan orang-orang yang studi di Belanda. Para pelajar dan mahasiswa tidak akan kesulitan dalam melakukan pertukaran dan meng-update ilmu pengetahuan dan informasi mereka. Negara-negara lain, yang notabene merupakan negara-negara besar dunia: seperti Inggris, Jerman, Perancis, dll. yang juga merupakan negara-negara yang sangat memperhatikan dan memajukan pendidikannya, akan mudah dicapai oleh para pelajar dan mahasiswa, dan ini tidak butuh waktu lama, bahkan tidak pernah butuh satu hari perjalanan. Karena sebab inilah, para pelajar dan mahasiswa, mungkin saya atau salah seorang dari para pembaca nanti, akan mudah “melegakan dahaga” terhadap ilmu pengetahuan yang diminati dari berbagai sumber referensi yang memungkinkan untuk itu.

5. Value for money

Penjelasan terhadap istilah “value for money”, saya coba simpulkan dalam 3 maksud yang bisa dijadikan opsi:

1. Studi di Belanda tidak membutuhkan biaya mahal seperti studi negara-negara lain, sehingga kita bisa menghemat biaya
2. Selama studi di Belanda, kita bisa menabung, mungkin juga bekerja menghasilkan uang sambil studi
3. Studi di Belanda menciptakan lulusan-lulusan berkualitas dan profesional di bidangnya sehingga mudah (memperoleh pekerjaan/ bekerja) untuk mendapatkan uang.

Ke-3 maksud dari kesimpulan poin 5 ini, menurut saya sangat mungkin terjadi dan bagus. 3 opsi di atas mungkin hanya dapat terjadi salah satunya atau sangat baik apabila ke-3nya terjadi sekaligus. Saya sih berharap dan berusaha ke-3nya terjadi sekaligus pada saya. Bagaimana dengan Anda?

diantara referensi berdasarkan abjad :

http://www.nesoindonesia.net
http://www.mfa.nl/erasmushuis
http://www.studidibelanda.com