Website nesoindonesia.net di dalam salah satu artikel yang dipublikasikannya, memuat setidaknya ada 5 (lima) dari beberapa alasan bagi saya dan para pembaca yang budiman untuk studi di Belanda, yaitu :
1. Masyarakat yang multikultur dan terbuka
2. Lingkungan studi yang internasional
3. Pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam
4. Terletak di tengah benua Eropa
5. Value for money
Berbekal semangat dan kemauan keras untuk menulis artikel ini dan dengan menyadari sepenuhnya berbagai kekurangan yang ada pada diri saya saat ini, izinkanlah saya untuk coba menguraikan poin-poin penting di atas sebagaimana yang saya pahami.
1. Masyarakat yang multikultur dan terbuka
Masyarakat Belanda merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam latar belakang budaya yang satu sama lainnya berbeda. Masyarakat Belanda telah menjadi suatu komunitas “campuran” sejak berabad-abad yang lalu. Hal ini sejalan dengan sejarah perkembangan Kerajaan Belanda sendiri yang terkenal dengan pengalaman dan prioritas ekonominya yang dititikberatkan di bidang perdagangan. Maka beranjak dari faktor itu, sejak dahulunya telah terjadi percampuran individu-individu yang hidup di tengah-tengah masyarakat Belanda akibat adanya hubungan dagang dan banyaknya pelayaran yang terjadi sebagai pendukung utama perdagangan.
Pada beberapa keadaan, hubungan dagang yang terjadi tidak saja terbatas pada saling jual-beli saja, tetapi lebih dari itu, masyarakat asli Belanda dulunya juga mengadakan hubungan persahabatan, pergaulan dekat, bahkan pernikahan dengan masyarakat dari bangsa dan negara lain. Seiring berjalannya waktu, tahun demi tahun, hal ini tentu saja menciptakan masyarakat Belanda yang multikultur, tidak homogen.
Suatu masyarakat yang multikultur tentu saja pada akhirnya akan menuntut adanya saling keterbukaan. Hal ini dipahami dengan maksud demi toleransi dan terciptanya hubungan baik di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Dimaklumi, adanya sikap terbuka memudahkan orang-orang yang berinteraksi dalam suatu masyarakat untuk dapat saling mengerti keinginan dan kebutuhan mereka masing-masing. Dengan begitu, pastilah masyarakat yang multikultur seperti masyarakat Belanda, akan jauh dari kekacauan dan kekisruhan, apalagi oleh sebab-sebab yang sepele yang sebenarnya mudah untuk ditoleran.
Dari pembahasan poin 1 ini, saya dan mungkin para pembaca yang budiman sepakat, bahwa kalau begitu, kondusif dan nyaman dong kalau kita studi di Belanda. Ditambah lagi, pergaulan dan hubungan yang kita ikuti di Belanda melibatkan orang-orang dengan kultur yang berbeda.
2. Lingkungan studi yang Internasional
Sebagaimana diketahui, Belanda menerapkan orientasi internasional pada bidang pendidikan. Hal ini menyikapi keinginan dan kebutuhan masyarakat dunia secara umum yang semakin meningkat dan beragam untuk menunjang kegiatan keprofesionalan mereka. Untuk mendukung hal tersebut, sejak 50 tahun yang lalu, Belanda telah menjadi pionir negara non berbahasa Inggris yang menawarkan studi dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Setidaknya ada lebih dari 1300 program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan pada jenjang pendidikan tinggi di Belanda. Tentu saja hal ini akan memudahkan saya dan para pembaca yang budiman, sekiranya nanti studi di Belanda, dalam mengikuti materi-materi studi yang ada.
Lingkungan studi yang internasional juga terkait dengan masyarakat Belanda yang multikultur dan terbuka, karena lingkungan studi di Belanda diisi dan diikuti oleh berbagai macam pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara di penjuru dunia.
3. Pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam
Dengan memahami keterangan pada poin 1 dan 2 di atas, saya dan para pembaca yang budiman, pasti yakin, bahwa pendidikan dan riset di Belanda adalah berkualitas dan beraneka ragam.
Adalah suatu hal yang terdengar “lucu” dan mustahil apabila suatu sistem pendidikan yang telah berorientasi internasional dan diisi oleh para akademisi dan pelajar/ mahasiswa yang multikultur, tidak berkualitas dan beraneka ragam. Mungkinkah ?
Kita mengerti, idealnya, apabila suatu sistem pendidikan yang berorientasi internasional dan diikuti oleh para akademisi dan pelajar/ mahasiswa yang multikultur dan terbuka akan bermuara pada terciptanya pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam. Dengan telah berorientasi internasional, maka pendidikan dan riset yang dilangsungkan, mau tidak mau, tertuntut untuk pencapaian metode dan hasil yang berkualitas dan beraneka ragam. Karena, perkembangan dan kemutakhiran ilmu pengetahuan dari berbagai negara di seluruh belahan dunia, akan memberikan efek dan pengaruh positif pada sistem pendidikan tersebut, secara langsung maupun tidak langsung.
4. Terletak di tengah Benua Eropa
Fakta geografis, bahwa Belanda terletak di tengah Benua Eropa sangat mendukung seluruh kegiatan dan aktifitas masyarakatnya secara umum, khususnya lagi dalam bidang pendidikan.
Fakta ini tentu sangat berkaitan dengan kemudahan akses bagi setiap warga negara Belanda dan orang-orang yang studi di Belanda. Para pelajar dan mahasiswa tidak akan kesulitan dalam melakukan pertukaran dan meng-update ilmu pengetahuan dan informasi mereka. Negara-negara lain, yang notabene merupakan negara-negara besar dunia: seperti Inggris, Jerman, Perancis, dll. yang juga merupakan negara-negara yang sangat memperhatikan dan memajukan pendidikannya, akan mudah dicapai oleh para pelajar dan mahasiswa, dan ini tidak butuh waktu lama, bahkan tidak pernah butuh satu hari perjalanan. Karena sebab inilah, para pelajar dan mahasiswa, mungkin saya atau salah seorang dari para pembaca nanti, akan mudah “melegakan dahaga” terhadap ilmu pengetahuan yang diminati dari berbagai sumber referensi yang memungkinkan untuk itu.
5. Value for money
Penjelasan terhadap istilah “value for money”, saya coba simpulkan dalam 3 maksud yang bisa dijadikan opsi:
1. Studi di Belanda tidak membutuhkan biaya mahal seperti studi negara-negara lain, sehingga kita bisa menghemat biaya
2. Selama studi di Belanda, kita bisa menabung, mungkin juga bekerja menghasilkan uang sambil studi
3. Studi di Belanda menciptakan lulusan-lulusan berkualitas dan profesional di bidangnya sehingga mudah (memperoleh pekerjaan/ bekerja) untuk mendapatkan uang.
Ke-3 maksud dari kesimpulan poin 5 ini, menurut saya sangat mungkin terjadi dan bagus. 3 opsi di atas mungkin hanya dapat terjadi salah satunya atau sangat baik apabila ke-3nya terjadi sekaligus. Saya sih berharap dan berusaha ke-3nya terjadi sekaligus pada saya. Bagaimana dengan Anda?
diantara referensi berdasarkan abjad :
http://www.nesoindonesia.net
http://www.mfa.nl/erasmushuis
http://www.studidibelanda.com
